2015/06/19

Sepeda dari Suku Ifuago Filipina

 

Gowes yuk - Anda memiliki sepeda MTB, fixie, atau jenis lainnya dan merasa keren memiliki itu?

Jika merasa demikian, coba tengok sepeda yang dimiliki salah satu suku Ifuago (Orang Bukit) dari Filipina ini.

Mereka bisa jadi memiliki sepeda terkeren dari yang pernah Anda duga seperti dikutip dari Metro, Kamis (18/6/2015).

Penasaran? Lupakan kemewahan aksesori sepeda seperti roda, rantai, pedal, dan lain sebagainya.

Sepeda yang dimiliki suku tersebut pada dasarnya tanpa itu semua.

Canggihnya lagi, sepeda itu mampu menempuh kecepatan hingga 40, 2 kilometer per jam!
Sisi unik sepeda itu selain kecepatan adalah bahan pembuatan. Sepeda suku Ifuago murni terbuat dari dari kayu dan diukur menggunakan tangan.

Setiap sepeda yang dimiliki masing-masing warga desainnya pun unik. Sebut saja mulai dari singa, naga, elang, kambing dan lain sebagainya.

Tapi, ada satu kelemahan sepeda ini. Kendaraaan itu hanya digunakan saat menuruni bukit saja.

Itu karena, sepeda itu tak memiliki pedal. Lalu, bagaimana mereka jika ingin pulang ke rumah lewati jalan menanjak ya?

2015/06/01

Kunci Pengaman Sepeda via Bluetooth

BELUM banyak kunci sepeda yang menjamin keamanan dan menonjolkan sisi praktis. Sisi praktis bisa dilihat dari pengoperasiannya maupun bentuknya.

Anda akan kagum saat membuka kunci sepeda dengan mengoperasikan blueetooth.

Menarik, kan? Itulah yang diperkenalkan Linka Bike Lock. Kunci sepeda tersebut bisa dioperasikan melalui bluetooth dari smartphone.

Saat pemilik sepeda hendak menuju tempat parkir, Linka bisa mengenali kehadiran pemilik melalui bluetooth. Dari jarak beberapa meter saja, Linka secara otomattis akan terbuka.

Tentu smartphone yang Anda miliki harus didukung bluetooth 4.0 atau ke atas. Dengan demikian, pemilik Linka bisa mengunduh aplikasinya melalui smartphone untuk proses pairing.

Bentuknya menyerupai borgol. Bobotnya juga relatif ringan, sekitar 500 gram, dan terbuat dari baja antipatah dan antibengkok.

Maling tentu akan kesulitan untuk mematahkan atau memotongnya dengan gergaji. Pemilik bisa mengakatkannya di roda belakang atau roda depan sebelum meninggalkan sepeda di lapangan parkir.

Linka juga tidak harus dilepas dan dipasang seperti kunci-kunci lain. Pemilik tinggal membuka Linka melalui bluetooth.

Linka yang diklaim tidak kenal macet sedang berada dalam tahap pengembangan crowdfunding KickStarter dengan banderol harga USD 99 atau sekitar Rp 1,2 juta. Model lain yang mendapat tambahan rantai dibanderol seharga USD 139 atau setara dengan Rp 1,8 juta. 

Revisi Undang-Undang Untuk Kurangi Kecelakaan Bersepeda

Kecelakaan sepeda dari tahun 2004 sampai dengan 2014 memang menurun dari 188.000 kasus menjadi 109 kasus per tahun, atau sekitar 2 persen dari seluruh kasus kecelakaan lalu lintas di Jepang.

Meskipun demikian jumlah kasus kecelakaan fatal hingga kematian korban kecelakaan sepeda meningkat dari 51 kasus menjadi 82 kasus per tahun saat ini.

"Menanggapi situasi ini, polisi mempertimbangkan langkah-langkah pencegahan dengan mengubah UU Lalu Lintas Jalan Raya, dengan mendefinisikan 14 item untuk perilaku berbahaya di jalan raya," kata sumber di kepolisian Jepang, Senin (1/6/2015).

Hal tersebut termasuk dari bagian promosi dan sosialisasi kepolisian Jepang untuk mengurangi jumlah kecelakaan sepeda lebih lanjut, terutama kecelakaan fatal yang mengakibatkan kematian seseorang.

Dengan revisi UU tersebut maka pengendara membutuhkan kehadiran pelatihan keselamatan diberlakukan dalam satu hari, khususnya bagi pengendara kendaraan bermotor.

Razia pun dilakukan selama seminggu di Jepang bulan Mei lalu sebagai minggu keselamatan nasional. Polisi berjaga di berbagai tempat mengatur jalan dan mengamati tingkah laku kendaraan baik kendaraan bermotor maupun para pengguna sepeda.

Pengendara yang mabuk akan terkena pidana hukuman semakin berat, denda dan masuk penjara tiga tahun. Bagi pelanggar UU Lalu Lintas kini diharuskan ikut pelatihan ulang selama 3 jam dengan biaya 5.700 yen. Apabila bandel tak mau ikut pelatihan tersebut, maka akan didenda 50.000 yen.

Peraturan lalu lindas di Jepang semakin berat saat ini dibandingkan tahun-tahun lampau karena semakin banyak korban meninggal, terutama akibat mengendara sambil mabuk.

2015/05/23

Sepeda buatan Audi


Jika mendengar kata Audi pasti yang langsung terpikirkan adalah merek mobil asal Jerman. Yups, Audi memang sebuah produsen mobil, tapi nyatanya produsen tersebut kini juga memproduksi sebuah sepeda.

Sepeda yang diproduksi jelas bukan sepeda sembarangan, karena sepeda buatan Audi ini merupakan sebuah sepeda balap dengan rangka dari bahan karbon fiber yang super ringan.

Adalah Audi Sport Racing Bike, sebuah sepeda balap premium buatan Audi yang baru saja diperkenalkan di salah satu showroom Audi yang terletak di Shibuya.

Audi menjelaskan jika rangka sepeda produksinya terbuat dari bahan karbon fiber. Berkat penggunaan bahan tersebut, bobot rangka sepeda ini hanya seberat 790 gram, lebih ringan dari bobot 5 iPhone 6 Plus. Audi juga menjelaskan bahwa karbon fiber yang mereka gunakan adalah tipe T1000 yang diproduksi oleh sebuah perusahaan asal Jepang bernama Toray Industries. Bahan karbon ini nyatanya juga merupakan bahan karbon yang digunakan Audi untuk memproduksi mobil-mobil sport buatannya.

Bobot total sepeda ini juga tergolong sangat ringan, yakni bisa di bawah 6 kg. Ringan banget kan untuk ukuran sebuah sepeda? Tapi walaupun ringan, sepeda ini tentu saja sangat kuat berkat bahan karbon fiber yang digunakannya.

Lantas, berapakah harga satu unit sepeda ini? Ternyata Audi membanderol sepeda ini dengan harga yang sangat fantastis, yakni sebesar $19.650 atau ya sekitar 250 jutaan rupiah.

Buat kalian yang uangnya udah gak bisa dihitung dan merupakan kolektor sepeda, sepertinya kalian bisa melirik sepeda buatan Audi ini. Itu karena Audi hanya akan memproduksi sepeda ini secara terbatas, yakni hanya sebanyak 50 unit saja.

2015/05/06

Tanjakan, Banyak Peserta Pilih Tuntun Sepeda

Memasuki kawasan Gunung Meratus pada pukul 12.00 Wita, peserta jelajah sepeda mulai lelah akibat medan jalan yang berbukit dan bergunung. Medan tersebut berada di Desa Lano, Gunung Karang Paci, Kabupaten Jaro.

Beberapa peserta bahkan sampai harus berhenti dan dan akhirnya memutuskan menuntun sepeda.

Seorang peserta wanita, Intan Ungaling Dian, dari Kompas Gramedia Cycle sampai meminta panitia untuk membawakan sepedanya.

"Capek Mas. Dari Tribun ya ? Saya dari Tribun juga," ujarnya. Aksi menuntun sepeda juga dilakukan oleh peserta yang lain.

Rute yang dilalui peserta memang berat. Turun dan naik gunung silih berganti dilewati peserta. Belum lagi ditambah tanjakan berkelok. Gunung Karang Paci sendiri jaraknya sekitar 200 meter dan elevasi ketinggiannya mencapai 40 derajat.

Kapolres Jaro, Ipda Siregar, yang saat itu ditemui, menyebut bahwa jalan di depan masih lebih curam dari Gunung Karang Paci ini.

"Di depan jalannya lebih tak benar lagi. Ada Gunung Babi di depan. Lebih curam lagi. Elevasinya sekitar 45 derajat," ujarnya.

Setelah seluruh peserta berhasil melewati Gunung Karang Paci, mereka pun beristirahat sekitar 10 menit di puncak gunung tersebut. 

2015/05/04

Menjajal Tour de Banyuwangi  

Sepuluh anggota tim nasional balap sepeda Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Internasional Tour de Banyuwangi (ITdBI) yang akan digelar pada 6-9 Mei 2015. Mereka akan menjajal kemampuan untuk persiapan mengikuti SEA Games tahun ini yang akan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura.

“ITdBI sebagai event terakhir sebelum SEA Games,” kata pembalap sepeda timnas, Samai Amari, Senin, 4 Mei 2015.

Selain Samai, pembalap sepeda lain yang ikut dalam kejuaraan ini adalah Tonton Susanto, Fatahillah Abdullah, Elan R., Dadi Suryadi, Endra Wijaya, Robin Manulang, Dady Suryadi, dan Aiman Cahyadi. Sedangkan empat pembalap timnas lain, seperti Rastra Patria dan Jamalidin Novardianto, absen karena mengikuti kejuaraan di Jepang. Sebagian pembalap merupakan anggota tim Pegasus Continental Cycling.

ITdBI adalah event internasional pertama yang diikuti tim nasional balap sepeda selama berada di pemusatan latihan nasional. Dalam kejuaraan tersebut, timnas hanya memasang target bisa unggul di rute-rute datar (sprint). Samai optimistis tim bisa tampil maksimal. “Target kami, bisa memperoleh poin di seluruh rute sprint,” ujar Samai.

Tahun ini merupakan keempat kalinya ITdBI digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kejuaraan kali ini akan diikuti 20 tim balap sepeda dari 25 negara. Beberapa negara yang akan ikut ambil bagian antara lain Prancis, Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Iran, Spanyol, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Cina, Italia, Uzbekistan, dan Indonesia. Pada ITdBI tahun ini, para pembalap akan menempuh empat etape sepanjang 555 kilometer.

Menjajal Tour de Banyuwangi  

Sepuluh anggota tim nasional balap sepeda Indonesia akan mengikuti Kejuaraan Internasional Tour de Banyuwangi (ITdBI) yang akan digelar pada 6-9 Mei 2015. Mereka akan menjajal kemampuan untuk persiapan mengikuti SEA Games tahun ini yang akan berlangsung pada Juni mendatang di Singapura.

“ITdBI sebagai event terakhir sebelum SEA Games,” kata pembalap sepeda timnas, Samai Amari, Senin, 4 Mei 2015.

Selain Samai, pembalap sepeda lain yang ikut dalam kejuaraan ini adalah Tonton Susanto, Fatahillah Abdullah, Elan R., Dadi Suryadi, Endra Wijaya, Robin Manulang, Dady Suryadi, dan Aiman Cahyadi. Sedangkan empat pembalap timnas lain, seperti Rastra Patria dan Jamalidin Novardianto, absen karena mengikuti kejuaraan di Jepang. Sebagian pembalap merupakan anggota tim Pegasus Continental Cycling.

ITdBI adalah event internasional pertama yang diikuti tim nasional balap sepeda selama berada di pemusatan latihan nasional. Dalam kejuaraan tersebut, timnas hanya memasang target bisa unggul di rute-rute datar (sprint). Samai optimistis tim bisa tampil maksimal. “Target kami, bisa memperoleh poin di seluruh rute sprint,” ujar Samai.

Tahun ini merupakan keempat kalinya ITdBI digelar Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Kejuaraan kali ini akan diikuti 20 tim balap sepeda dari 25 negara. Beberapa negara yang akan ikut ambil bagian antara lain Prancis, Kanada, Amerika Serikat, Jepang, Thailand, Iran, Spanyol, Malaysia, Filipina, Australia, Korea, Cina, Italia, Uzbekistan, dan Indonesia. Pada ITdBI tahun ini, para pembalap akan menempuh empat etape sepanjang 555 kilometer.

2015/05/02

Venue Balap Sepeda Nomor BMX Diusulkan di Ciamis

Dalam rapat koordinasi PB PON XIX/2016 Jabar di Sekretariat PB PON di Gedung Sate muncul kabar bahwa venue untuk cabang olahraga sepeda BMX digelar di Kabupaten Ciamis. 

“Ada usulan dari KONI kalau cabang olahraga balap sepeda nomor BMX akan digelar di Ciamis. Bupatinya pun sudah siap menganggarkan untuk venue balap sepeda,” ungkap Plh Sekda Jabar Iwa Karniwa usai rapat, Kamis (30/4/2015).

Rencana awal, cabang olahraga balap sepeda nomor BMX akan digelar di Cisangkan, Kota Cimahi, berdekatan dengan nomor trek atau velodrom. Bahkan Pemprov Jabar pun sudah mengalokasikan dana untuk rehabilitasi venue tersebut. 

“Jadi diusulkan dua tempat, yakni Cimahi dan Ciamis. Yang di Cimahi tetap akan direhabilitasi,” tuturnya.

Kabupaten Ciamis diusulkan menjadi salah satu venue cabang olahraga balap sepeda nomor BMX karena kabupaten itu paling banyak menyumbang atlet sepeda. Bahkan Ciamis punya sejarah olahraga sepeda.

Salah satu legenda hidup di cabang olahraga balap sepeda pun berasal dari Kabupaten Ciamis yakni Tonton Susanto. Tak hanya itu, Ciamis pun telah berhasil melahirkan atlet-atlet balap sepeda handal yang selalu menjadi andalan tim Jawa Barat maupun tim nasional Indonesia. Diantaranya, Bandi Sugito dan Kusmawati Yazid yang tidak pernah absen menyumbang medali emas di nomor Cross Country.

Untuk perhelatan PON XIX/2016 sendiri, tempat pertandingan (venue) cabang olahraga pun disebar di 14 kota/kabupaten. Sebagian besar venue terpusat di Kota Bandung, dan venue terjauh terdapat di Kabupaten Pangandaran yakni venue cabang olahraga berkuda nomor pacuan dan venue cabang olahraga terjun payung.

Kabupaten Ciamis merupakan satu dari 27 kota/kabupaten di Provinsi Jawa Barat. Dengan luas wilayah mencapai 2.556,75 km2, Ciamis memiliki kepadatan penduduk 691,71 jiwa/km2 dengan jumlah penduduk berdasarkan sensus 2014 yakni 1.768.532 jiwa.

Kabupaten yang beribukota di Ciamis Kota ini berada di bagian tenggara Jawa Barat dan berbatasan dengan Kabupaten Majalengka serta Kabupaten Kuningan di utara, Kabupaten Cilacap (Jawa Tengah) dan Kota Banjar di sebelah timur, Kabupaten Pangandaran dan Samudra Hindia di selatan, serta Kota Tasikmalaya dan Kabupaten Tasikmalaya di barat. Kabupaten Ciamis terdiri atas 30 kecamatan, yang dibagi lagi atas sejumlah desa dan kelurahan.

2015/04/30

Jalur Sepeda di Balangan

Pengguna sepeda di Bumi Sanggam akan makin nyaman gowes di seputaran kota Paringin. Sebab, Pemkab Balangan melalui Dishubkominfo setempat memberikan perhatian khusus bagi mereka dengan dibuatkan jalur khusus sepeda.

Realisasi pembuatan jalur khusus sepeda oleh Dishubkominfo Balangan dimulai pada hari Selasa kemarin dengan melakukan pengecatan jalan di sepanjang jalan A Yani tepatnya didepan kantor pos Paringin.

Kabid DLLAJ Dishubkominfo Balangan, Hedy Mulyawan mengatakan, pembuatan jalur khusus sepeda tersebut dilakukan untuk memenuhi kebutuhan penguna sepeda yang terus meningkat dari waktu kewaktu.

Selain itu, kata Hedy, pembuatan jalur sepeda ini juga sesuai dengan Undang-Undang Nomor 22/2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Dimana, lanjutnya, pemerintah daerah wajib membuat jalur khusus sepeda. "Untuk memenuhi aturan itu maka kami membuat jalur khusus sepeda bagi warga Balangan,’’ terangnya.

Namun untuk sementara, terang Hedy, pihaknya masih tahap awal pembuatan jalur khusus tersebut.

Nantinya setelah pembuatan jalur telah selasai, terang Hedy, barulah akan dilakukan pembuatan marka jalan khusus sepeda akan terus menambah jalur baru.

"Dengan adanya jalur khusus sepeda ini diharapkan keamanan dan kenyamanan penguna sepeda bisa terjamin," harapnya.

2014/11/16

Vita Solo Gagal, Putri Banyuwangi dan Putra Mabes TNI Juara

Tim putra Mabes TNI dan tuan rumah Putri Banyuwangi sukses menjuarai Kejurnas Bola Voli Antarklub PGN Livoli 2014 Divisi Satu di GOR Tawang Alun, Banyuwangi, Jawa Timur, yang berakhir Minggu (9/11/2014). Vita Solo akhirnya hanya sebagai runner up.

Pada laga final, Mabes TNI menundukkan Indomaret Sidoarjo dalam pertandingan yang berlangsung sangat ketat selama lima set dengan skor 3-2 (23-25, 32-30, 25-27, 25-19, 15-9).

Sementara Tim Putri Banyuwangi secara tidak terduga mampu membenamkan tim favorit Vita Solo dengan skor telak 3-0 (25-23, 25-23, 25-22).

Dengan kemenangan ini, baik Mabes TNI maupun Putri berhak mengantongi hadiah uang pembinaan masing-masing sebesar Rp20 juta, sementara Indomaret Sidoarjo dan Vita Solo mendapatkan Rp12,5 juta.

“Kami memang selalu begitu sepanjang kejuaraan ini, tertinggal lebih dulu dari lawan, baru kemudian bangkit. Kami puas bisa meraih juara dan mendapatkan kembali tiket promosi ke divisi utama musim depan,” kata pelatih Mabes TNI IGK Wiranata Jaya usai pertandingan.

Asisten pelatih Indomaret Sidoarjo Pedro Lilipali mengatakan, pertandingan sebenarnya berlangsung seimbang, tetapi anak-anak asuhnya sering terbawa irama permainan lawan dan beberapa kali melakukan kesalahan sendiri.

“Semestinya anak-anak bisa mengambil set kedua, tapi ada sedikit kelengahan saat angka-angka kritis,” katanya.

Pada perebutan tempat ketiga, tim putra TNI AL mengungguli PDAM Sidoarjo dengan skor 3-0 (25-23, 25-19, 27-25).

Sementara itu, pelatih tim Putri Banyuwangi Takdir Ali mengaku tidak menduga anak-anak asuhnya bisa meraih kemenangan dengan cepat, karena awalnya pertandingan diprediksi akan berlangsung ketat seperti sebelumnya.

Ini menjadi kemenangan kedua Putri Banyuwangi atas Rosalia Maya dan kawan-kawan selama Livoli, setelah pada babak penyisihan juga unggul tetapi harus bermain selama lima set.

“Sebelum bertanding, saya hanya instruksikan anak-anak untuk bermain semaksimal mungkin dan tidak takut. Mungkin karena sudah dapat tiket promosi divisi utama, motivasi mereka jadi lebih tinggi untuk merebut juara,” kata Takdir Ali.

Pelatih tim Vita Solo Agus Suyanto mengaku bingung timnya tidak bermain seperti laga-laga sebelumnya dan seperti kehilangan semangat untuk meraih gelar juara.

“Kalau cara mainnya seperti ini, saya yakin anak-anak tidak akan bisa masuk final. Yang jelas, kami kecewa dengan penampilan mereka,” katanya. 

Cantiknya Naz Aydemir, Atlet Voli Putri Asal Turki

Pemain voli cantik seakan tidak ada habisnya. Usai membuat heboh media massa dan media sosial pemain voli asal Kazakhstan Sabina Altynbekova, 17 tahun, kini muncul lagi pemain voli cantik asal TurkiNaz Aydemir Akyol.

Naz Aydemir merupakan pemain nasional tim bola voli Turki. Ia lahir di Istanbul 14 Agustus 24 tahun silam. Kini Naz bermain di klib bola voli Turki Vakifbank Spor Kulubu.

Naz dianggap sebagai bintang masa depan bola voli Turki. Usianya masih muda,tapi kaya prestasi, tercatat ia berhasil membawa Fenerbache klub bola voli Turki menjuarai CEV Champions League pada tahun 2012 silam. Setahun kemudian Nas berhasil mengharumkan nama Vakifbank dengan meraih gelar juara serupa.

Pemain bertinggi 186 sentimeter ini juga sudah bermain sebanyak 100 kali untuk tim nasionalTurki. Ia juga pernah menyandang ban kapten saat tim muda bola voli Turki meraih medali perak di kejuaraan dunia bola voli pada tahun 2008 silam.

Naz juga diketahui merupakan sepupu dari pesepakbola Borussia Dortmund, lkay Gundogan. Naz adalah satu-satunya anak dari mantan pemain voli profesional. Dia mulai olahraga dengan atletik dan basket dan memutuskan untuk bermain voli pada usia 9 setelah ibunya membawanya untuk menonton permainan Tim Eczacibasi.

Naz bermain voli di tim muda sekolahnya Eczacibasi dan tim junior di musim 2002-2003. Tahun 2003-2004 adalah musim pertama Naz mewakili negaranya di tingkat nasional. Dia mewakili negaranya di Kejuaraan Balkan dengan Turki Tim Nasional Pemuda dan dianugerahi gelar 'Setter Terbaik' untuk acara tersebut.

2014/09/07

Serena juara AS Terbuka

Petenis nomor satu dunia Serena Williams mengalahkan Caroline Wozniacki dari Denmark 6-3 6-3 pada pertandingan final AS Terbuka, Minggu, sehingga membukukan rekor menyandang gelar juara Grand Slam untuk ke-18 kalinya.

Kemenangan berurutan ketiga kalinya dan keenam secara keseluruhan di AS Terbuka bagi petenis berusia 32 tahun dari Amerika itu, membuatnya menyamai gelar 18 turnamen Grand Slam Chris Evert dan Martina Navratilova.

Setelah gagal melewati urutan 16 besar pada tiga turnamen Grand Slam sebelumnya pada tahun ini, kini Williams memenangi AS Terbuka tanpa kalah satu set pun, setelah mengalahkan Wozniacki dalam waktu 75 menit.

"Amat menyenangkan, karena saya dapat memenangi pertandingan grand slam pertama tahun ini di sini, apalagi untuk ke-18 kalinya. Saya amat takjub dengan kemenangan ini," kata Williams kepada penonton yang memadati Stadion Arthur Ashe seperti dikutip Reuters.

Bagi unggulan 10 Wozniacki, yang maju ke final Grand Slam pertama kali dalam lima tahun ini, kekalahan itu membuatnya frustrasi karena meninggalkan Flushing Meadows dengan tangan kosong dan gelar turnamen besar masih jauh dari impiannya pada musim ini.

Sedangkan bagi Williams, kemenangan itu amat melegakan hatinya, karena ia juga memboyong hadiah utama tiga juta dolar serta tambahan satu juta dolar sebagai bonus karena memenangi AS Terbuka.

Ketika Williams menerima cek hadiah pertama, ia didampingi Navratilova dan Evert, yang menyerahkan gelang emas Tiffany 18 karat, sebagai anggota baru dalam klub grand slam.

Dalam daftar pemenang grand slam terbanyak, Margaret Court berada di puncak dengan jumlah kemenangan 24 diikuti Steffi Graf (22) dan Helen Wills Moody (19).

Salah satu hal paling sulit dalam pertandingan itu bagi Williams, kelihatannya, karena ia harus mengalahkan pemain yang disebutnya sebagai teman terbaiknya.

Williams dan Wozniacki berlibur bersama-sama musim panas ini dan pemain nomor satu dunia itu mengatakan bahwa ia berlatih bersama pemain Denmark itu setiap hari.

Tapi begitu pertandingan dimulai, Williams, yang juga selalu berhadapan dengan saudaranya, Venus, kali juga harus menunjukkan bahwa tidak ada lagi arti persahabatan di lapangan, karena ia harus menekan permainan lawannya yang berusia 24 tahun itu.

Permainan antara petenis nomor satu dan mantan pemain nomor satu dunia itu amat menarik di lapangan, terutama pada set pertama yang diwarnai dengan terjadinya lima kali berurutan.

2014/09/05

Bertemu Wozniackidi Final US Open, Williams Bidik Rekor

Petenis Amerika Serikat, Serena Williams, melaju ke final tunggalputri turnamen tenis US Open, setelah melibas Ekaterina Makarova, 6-1, 6-3. Di final Williams akan bertemu petenis peringkat ke-11 dunia, Caroline Wozniacki.

Di partai pemungkas yang akan digelar Minggu, petenis berusia 32 tahunini pun membidik rekor yakni meraih gelar gland slam ke-18, seperti yang pernah dicapai Chris Evert dan Martina Navratilova.

Calon lawan Williams di final, Wozniacki, belum pernah meraih satupun gelar grand slam. Dia memang pernah sampai ke final kejuaraan US Open, lima tahun silam namun dijegal Kim Clijster di final. Williams pun mengakui dirinya berambisi menyamai prestasi Evert dan Navratilova.

“Dia (Wozniacki) ingin menang dan meraih gelar grand slam pertamanya. Saya juga ingin menang untuk bisa membuat sedikit sejarah,” papar Williams yang lahir di Saginaw, Michigan, AS.

“Apa pun yang terjadi saya akan gembira dengan hasilnya. Dia pribadi yang hebat. Kami menginginkan ini terjadi sejak hasil
drawing keluar,” papar petenis yang tengah memburu gelar US Open nomor tunggal putri untuk keenam kalinya ini.

Dalam pertandingan yang akan digelar Minggu tersebut, Williams juga memburu gelar tunggal putri US Open untuk ketiga kalinya secara berturut-turutsetelah menjadi juara pada 2012 dan 2013 itu.

Williams saat ini telah mengoleksi 17 gelar grand slam nomor tunggal putri. Dia menjuarai lima Australian Open (2003, 2005, 2007, 2009, 2010), dua gelar French Open (2002, 2013), lima Wimbledon (2002, 2003, 2009, 2010, 2012), serta lima US Open (1999, 2002, 2008, 2012, 2013).

Wozniacki Tantang Serena di Final US Open 2014

Caroline Wozniacki sukses memastikan langkahnya ke babak final AS Terbuka 2014 setelah lawannya, Peng Shuai, tidak bisa melanjutkan bertanding karena dehidrasi.

Bermain di Arthur Ashe, Jumat (5/9/2014) waktu setempat, Wozniacki mengunci set pertama dengan keunggulan 7-6(1). Set kedua harus dihentikan saat kedudukan 4-3 untuk keunggulan Wozniacki.

Peng Shuai harus meninggalkan lapangan pertandingan menggunakan kursi roda karena mengalami dehidrasi akibat panasnya cuaca kota New York. Melihat lawannya tak bisa melanjutkan pertandingan, petenis asal Denmark itu menyampaikan rasa prihatinnya.

"Memang sangat sulit bagi Peng. Anda harus keluar dari lapangan dan Anda ingin bertanding dan juga ingin menyelesaikannya," jelas petenis keturunan Polandia itu kepada Reuters.

"Saya turut prihatin dengan Peng karena ia bermain baik disini. Memang di lapangan sangatlah panas dan ia kurang beruntung. Saya berharap ia akan baik-baik saja," lanjut petenis 24 tahun itu.

Di babak final, Wozniacki akan berhadapan dengan petenis tuan rumah, Serena Williams. Petenis putri nomor satu dunia itu melaju ke final setelah menundukan Ekaterina Makarova dengan dua set 6-1 dan 6-3 dalam waktu satu jam.